Bahaya! 6 Penyebab Perubahan Iklim Paling Berpengaruh dan Merusak Dunia
Bahaya! 6 Penyebab Perubahan Iklim Paling Berpengaruh dan Merusak Dunia

Bahaya! 6 Penyebab Perubahan Iklim Paling Berpengaruh dan Merusak Dunia

Bahaya 6 Penyebab Perubahan Iklim Paling Berpengaruh dan Merusak Dunia

Modernisasi menyebabkan banyak perubahan, tidak terkecuali perubahan iklim yang mengancam lingkungan. Banyak aktivitas manusia yang menyumbang bahkan mempercepat kerusakan ekosistem. Berikut akan dibahas beberapa penyebab perubahan iklim (climate change) yang paling berpengaruh dalam kerusakan lingkungan.

Apa Itu Perubahan Iklim dan Dampaknya

Perubahan iklim diartikan sebagai perubahan keadaan fisik atmosfer bumi. Hal ini memberikan pengaruh terhadap seluruh lingkungan yang ada di bumi. Perubahan ini tidak terjadi dengan cepat dan seketika tetapi perlahan dan dalam kurun waktu yang relatif panjang. Perubahan yang terjadi menyebabkan anomali cuaca yang cukup signifikan perbedaannya.

Perubahan iklim memberikan dampak yang serius bagi keadaan bumi. Perubahan ini tentu mengarah kepada perubahan buruk yang berisiko menyebabkan kerusakan lingkungan. Beberapa dampak buruk perubahan iklim diantaranya sebagai berikut ini.

  1. Pergeseran rentang waktu terjadinya musim
  2. Musim kemarau berlangsung lebih panjang dibanding biasanya
  3. Curah hujan berlebihan saat musim penghujan sehingga menyebabkan banjir bandang
  4. Meningkatnya kejadian kebakaran hutan akibat cuaca panas yang ekstrim
  5. Peningkatan volume air laut akibat mencairnya es yang berada di kutub, baik kutub selatan maupun utara
  6. Terjadinya kerusakan akibat topan dan badai
  7. Memicu terjadi gelombang panas yang ekstrem
  8. Kepunahan hewan tertentu akibat perubahan habitat yang menjadi tidak sesuai
  9. Kualitas udara menurun karena meningkatnya jumlah karbon monoksida maupun dioksida

Penyebab Perubahan dan Kerusakan Iklim

1. Emisi Gas Karbon yang Berlebihan

Penggunaan bahan bakar dari minyak dan gas bumi dalam keseharian menyumbang emisi gas karbon yang besar. Beberapa contoh kegiatan yang penyumbang emisi karbon misalnya penggunaan kendaraan bermotor, bahan bakar industri, hingga pembangkit tenaga berbahan gas bumi. Meningkatnya kegiatan tersebut tentu menghasilkan karbon dioksida, karbon monoksida, dan dinitrogen oksida.

2. Perombakan Hutan Menjadi Lahan Pertanian atau Perkebunan

Berkurangnya luasan hutan dan dirombak menjadi lahan pertanian dan perkebunan juga menjadi penyebab kerusakan lingkungan. Hutan berfungsi sebagai agen yang bertindak sebagai penetralisir emisi. Berkurangnya jumlah pohon tentu akan menyebabkan emisi menumpuk di udara.

3. Efek Gas Rumah Kaca

Beberapa gas yang ada di atmosfer bumi bertindak seperti kaca pada rumah kaca (green house). Gas tersebut akan memerangkap sinar matahari dan menghalanginya kembali ke angkasa. Akibatnya suhu di bumi semakin meningkat. Beberapa gas berbahaya tersebut diantaranya karbon dioksida, metana, CFC, dan nitrogen oksida.

4. Pembuangan Sampah

Penimbunan sampah yang buruk berisiko menghasilkan gas metana. Penguraian sampah yang tidak sempurna akan menghasilkan gas metana yang kemudian akan dilepaskan ke udara. Sampah-sampah yang busuk menjadi salah satu penyumbang perubahan iklim global.

5. Penggunaan CFC

CFC atau chloro-fluoro-carbo digunakan sebagai pendingin kulkas, AC, dan bahan pembakaran aerosol. Gas CFC menimbulkan dampak yang lebih berat dibandingkan jenis gas rumah kaca lainnya. Tak hanya itu, CFC juga sangat berbahaya karena merusak lapisan ozon bumi yang berperan dalam perlindungan bumi dari efek buruk sinar matahari maupun benda langit lainnya.

6. Industri Pertanian dan Peternakan

Pemakaian pupuk nitrogen berisiko menyebabkan efek rumah kaca. Nitrogen oksida yang terbentuk menyebabkan perubahan iklim. Sementara itu, gas metana yang terbentuk dari buangan peternakan sapi juga ikut menambah kadar gas rumah kaca.

Penyebab perubahan iklim tentu tidak bisa dihindari. Namun demikian, Anda masih bisa untuk bertindak bijak dalam mengurangi penyebab terjadinya perubahan tersebut. Manajemen aktivitas yang baik berguna untuk keberlangsungan lingkungan.